Facebook : akun yang hilang

Akhir-akhir ini, sejak facebook digunakan sebagai media kampanye oleh Barack Obama, pengguna facebook di Indonesia bak jamur di tempat budidaya jamur merang kala persemaian bibit jamur. Mak Brudul.

Dikalangan mahasiswa, setiap bertemu kenalan baru, facebook menjadi 5  pertanyaan dasar setelah nama, asal, nomor hp dan asal universitas. Pun demikian diantara rekan bisnis, setelah bertanya nomor hape dan akun yahoo, pasti facebook jadi pertanyaan berikutnya.

Memang, menurut saya pribadi, facebook lebih bagus dibandingkan dengan friendster (situs jejaring sosial dengan akun paling banyak dari Indonesia). Hanya saja saya agak kurang suka dengan sebuah paradigma yang timbul dan dengan sangat menyedihkan menimpa diri saya, seseorang yang tak punya facebook itu jadul, gaptek, ato apalah.

Sekali dua kali saya di anggap seperti itu, bagi saya hanyalah semilir angin yang menerpa wajah yang membuat sejuk di siang yang panas sambil duduk di bawah pohon nan rindang. Tapi ketika lebih dari belasan kali dilontarkan oleh mulut-mulut tak berperasaan yang menganggap diri mereka intelek karena punya facebook, rasanya telinga ini seperti diserang dengan canon gelombang mikro, tak terdengar tapi terasa sakitnya.

Terpaksa dengan berat hati saya pada kesempatan kali ini saya dengan hormat dan bersaha semaksimal mungkin untuk tidak memperlihatkan kesan sombong, menampilkan sebuah skrinsyut yang sebenarnya tak enak untuk saya tampilkan.

fb

Saya bukan tak punya facebook, hanya saja saya ini miskin bandwidth. Dan dengan penuh pertimbangan, jika saya sedang punya bandwidth melimpah, saya lebih suka menggunakannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan internet daripada untuk mengurus facekbook saya.

8 Tanggapan ke “Facebook : akun yang hilang”


  1. 1 NdaruAlqaz 9 Maret, 2009 pukul 1:56 am

    untuk saya tak pernah ditanya apa masih kuat beli pertamax

  2. 2 Syawal 11 Maret, 2009 pukul 6:40 am

    wah benar-benar sekarang memang musim facebookan….
    yang saya heran lagi kenapa ahli-ahli media dan telekomunikasi seperti Roy Suryo dkk tidak bikin jaringan sosial apalagi yang saya tahu Indonesia merupakan salah satu pasar pelanggan terbesar…… katanya Cintai Produk dalam negeri toh dalam negeri saja tidak ada yang mampu buat…
    SALAM KENAL

  3. 3 Alex© 11 Maret, 2009 pukul 9:03 pm

    Hahaha… sama, Ndaru…

    Saya juga kriteria fakir benwit ini. Make fesbuk awalnya juga karena “ndak enak ndak bikin” karena beberapa kali diinvite. Tapi… ya, fesbuk bagus. Bisa jadi candu baru.

    Tak apalah, yang penting kamu punya kan? Ntar di-add ah :mrgreen:

    Eh BTW, masih di kampung?

  4. 4 NdaruAlqaz 12 Maret, 2009 pukul 4:09 am

    syawal : eit, sepertinya udah ada tuh situs jejaring sosial buatan anak Indonesia, tapi lupa alamatnya apa.

    Alex : lah, aku awalnya karena tersesat malah, gara2 baca artikel kalo obama punya fesbuk, akhirnya ikutan. Btw, aku di kampung cuma 2 hari, gak sempet nyari foto, kamera dikontrak buat kawinan paman.

  5. 5 itikkecil 13 Maret, 2009 pukul 9:58 am

    justru malah kalau terlalu ramai seperti ini saya jadi malas… apalagi kalau nantinya para abege itu menginvasi facebook juga…

  6. 6 NdaruAlqaz 14 Maret, 2009 pukul 4:35 am

    * sepertinya untuk facebook, abg “gaul” agak kurang tertarik.

  7. 7 madong arizona 13 Juni, 2009 pukul 1:27 pm

    saya miliki akun facebook hanya karena karena orang2 terus bertanya..

    saya juga lebih senang baca postingan blog2 dibanding hanya baca profil facebook.

  8. 8 otong 6 Juli, 2009 pukul 1:22 am

    facebbok kurang menarik utk abg? siapa bilang? abg gaul dari umur 9-17 udah pada facebook-an, makah keliatannya lebih seneng chatting pake itu daripada pake YM ato Gtalk


Tinggalkan Balasan




Hanya Tuhan Yang Kekal Abadi

Yang lain pasti berakhir...