Akhir-akhir ini, sejak facebook digunakan sebagai media kampanye oleh Barack Obama, pengguna facebook di Indonesia bak jamur di tempat budidaya jamur merang kala persemaian bibit jamur. Mak Brudul.
Dikalangan mahasiswa, setiap bertemu kenalan baru, facebook menjadi 5 pertanyaan dasar setelah nama, asal, nomor hp dan asal universitas. Pun demikian diantara rekan bisnis, setelah bertanya nomor hape dan akun yahoo, pasti facebook jadi pertanyaan berikutnya.
Memang, menurut saya pribadi, facebook lebih bagus dibandingkan dengan friendster (situs jejaring sosial dengan akun paling banyak dari Indonesia). Hanya saja saya agak kurang suka dengan sebuah paradigma yang timbul dan dengan sangat menyedihkan menimpa diri saya, seseorang yang tak punya facebook itu jadul, gaptek, ato apalah.
Sekali dua kali saya di anggap seperti itu, bagi saya hanyalah semilir angin yang menerpa wajah yang membuat sejuk di siang yang panas sambil duduk di bawah pohon nan rindang. Tapi ketika lebih dari belasan kali dilontarkan oleh mulut-mulut tak berperasaan yang menganggap diri mereka intelek karena punya facebook, rasanya telinga ini seperti diserang dengan canon gelombang mikro, tak terdengar tapi terasa sakitnya.
Terpaksa dengan berat hati saya pada kesempatan kali ini saya dengan hormat dan bersaha semaksimal mungkin untuk tidak memperlihatkan kesan sombong, menampilkan sebuah skrinsyut yang sebenarnya tak enak untuk saya tampilkan.

Saya bukan tak punya facebook, hanya saja saya ini miskin bandwidth. Dan dengan penuh pertimbangan, jika saya sedang punya bandwidth melimpah, saya lebih suka menggunakannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan internet daripada untuk mengurus facekbook saya.
untuk saya tak pernah ditanya apa masih kuat beli pertamax
wah benar-benar sekarang memang musim facebookan….
yang saya heran lagi kenapa ahli-ahli media dan telekomunikasi seperti Roy Suryo dkk tidak bikin jaringan sosial apalagi yang saya tahu Indonesia merupakan salah satu pasar pelanggan terbesar…… katanya Cintai Produk dalam negeri toh dalam negeri saja tidak ada yang mampu buat…
SALAM KENAL
Hahaha… sama, Ndaru…
Saya juga kriteria fakir benwit ini. Make fesbuk awalnya juga karena “ndak enak ndak bikin” karena beberapa kali diinvite. Tapi… ya, fesbuk bagus. Bisa jadi candu baru.
Tak apalah, yang penting kamu punya kan? Ntar di-add ah
Eh BTW, masih di kampung?
syawal : eit, sepertinya udah ada tuh situs jejaring sosial buatan anak Indonesia, tapi lupa alamatnya apa.
Alex : lah, aku awalnya karena tersesat malah, gara2 baca artikel kalo obama punya fesbuk, akhirnya ikutan. Btw, aku di kampung cuma 2 hari, gak sempet nyari foto, kamera dikontrak buat kawinan paman.
justru malah kalau terlalu ramai seperti ini saya jadi malas… apalagi kalau nantinya para abege itu menginvasi facebook juga…
* sepertinya untuk facebook, abg “gaul” agak kurang tertarik.
saya miliki akun facebook hanya karena karena orang2 terus bertanya..
saya juga lebih senang baca postingan blog2 dibanding hanya baca profil facebook.
facebbok kurang menarik utk abg? siapa bilang? abg gaul dari umur 9-17 udah pada facebook-an, makah keliatannya lebih seneng chatting pake itu daripada pake YM ato Gtalk