Sebelum bahagia butuh pengorbanan kah?

Kalau kita disuruh makan terigu, telur mentah, atau mentega pasti kita akan menolaknya. Ya… karena memang terlihat tidak enak atau bahkan menjijikan.

Tapi jika semua bahan itu sudah dicampur, kemudian di panggang, pasti kita tidak akan menolak untuk memakannya.

Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan tiap kejadian yang terjadi pada kita, padahal sebenarnya Tuhan punya rencana lain di balik itu.

Terigu, telur dan mentega tadi mesti dipanggang dulu biar menghasilkan kue yang enak. Seperti halnya kita, mesti melalui kejadian yang bagi kita menyedihkan, tidak mengenakan.

Karena semuanya akan “Indah Pada Waktunya…”

9 Tanggapan ke “Sebelum bahagia butuh pengorbanan kah?”


  1. 1 itikkecil 13 Mei, 2008 pukul 4:13 pm

    walah, ini ada itik nyelonong aje, koment pertama itu hak pemilik blog :lol:

    bingung….

    hhehehe, tadi ada script yang nyelonong….

  2. 2 indra1082 13 Mei, 2008 pukul 7:05 pm

    DUKUNG TIM THOMAS DAN UBER INDONESIA!!!

  3. 3 itikkecil 13 Mei, 2008 pukul 7:37 pm

    walah, ini ada itik nyelonong aje, koment pertama itu hak pemilik blog

    maap :cool:

  4. 4 ayaelectro 13 Mei, 2008 pukul 7:41 pm

    Jangan pernah berpikir negatif akan suatu hal jika kita ingin menghasilkan yang terbaik maka terus berpikir positif.

  5. 5 peyek 14 Mei, 2008 pukul 2:58 am

    sewaktu manggang itu yang bikin keringetan!

  6. 6 kw 14 Mei, 2008 pukul 1:41 pm

    teknik membuat adonan yang kalis, ukuran2 yang pas mungkin yang harus di pelajari agar kebahagiaanya bisa pas :)

  7. 7 klikharry 14 Mei, 2008 pukul 3:57 pm

    menurutku sangat butuh sekli

  8. 8 kangguru 15 Mei, 2008 pukul 1:46 pm

    ach ngak ada hubungan kok, toch banyak yang bahagia diatas penderitaan orang lain heheheh

  9. 9 cojo 22 Mei, 2008 pukul 12:14 am

    benar tuh :D

    butuh pengorbanan….

    beli telur 700 rupiah

    beli terigu 4500 rupiah

    mentega 3000 rupiah

    kurang lebih pengorbanan saya sekitar 10000 rupiah :D


Tinggalkan Balasan




Hanya Tuhan Yang Kekal Abadi

Yang lain pasti berakhir...