Kanan selalu benar kiri selalu salah kah?

Ada kejadian *menarik*, sekitar 5 tahun lalu waktu aku masih SMA di Madiun. Sebuah kejadian yang melibatkan sebuah doktrin kuno (sebutan ekstrim untuk lama) di negeri kita. Kanan = benar, Kiri = salah.

Begini ceritanya :

Ada seorang anak TK yang sedang *dihajar* oleh bapaknya. Sang bapak, yang kebetulan punggawa sebuah tempat ibadah setempat memukul tangan kiri sang anak dengan penggaris. Mungkin jika anda membayangkan penggaris = benda tipis dengan garis-garis kecil bertulis angka sepanjang 30 cm, bukan, penggaris yang ini adalah sebuah kayu sepanjang 1 meter dengan ketebalan 1 cm dan beratnya …??? gak tahulah beratnya berapa, tapi yang jelas penggaris ini bisa digunakan untuk berlatih kendo.

Seingatku, aku sempat menghitung hingga 6 sampai sang bapak menghentikan pukulannya. Entah berapa kali yang dilakukan sebelum aku sempat menghitung. Yang jelas sang anak menangis dengan kerasnya. Dan di dalam rumah, sang ibu hanya bisa melihat dengan rasa waswas, tak berani ia melarang sang suami karena melawan suami adalah durhakanya seorang istri bukan?

Usut punya usut, ternyata sang bapak dapet laporan dari guru TK si anak kalo si anak menulis selalu pakai tangan kiri *dapet info dengan sogokan sebatang rokok dari pembantu si bapak*. Oalah ternyata si anak kidal. Dan karena si bapak berstatus punggawa rumah ibadah, maka si bapak merasa wajib untuk menegakkan aturan dan tradisi untuk menggunakan tangan kanan untuk segala hal yang baik.

Seingatku pas baca buku anak kedoktaran, kidal adalah sebuah kejadian karena otak yang mengatur gerakan tubuh sebelah kiri yang lebih berkembang. *benarkah? entah* Nah, kenapaa kok si bapak malah mukul tangan si anak. Lagian apa sih salahnya menulis dengan tangan kiri, toh menurut sang ibu, sang anak tetep berusaha pakai tangan kanan kaalo makan dan pakai tangan kiri kalo cebok di WC.

Apakah dosa kalo kita lebih mahir bekerja dengan tangan kiri? *lah kok sampe masalah dosa*

Negeri ini sudah corrupt. Tidak adil. Hanya menganggap yang kanan yang benar. Apalagi logo negeri ini, kok ya nolehnya ke kanan mulu, lantas bagaimana nasib yang kiri. Tak pernah di perhatikan. Katanya adil dan beradab, kalo mo adil ya jangan hanya menoleh ke kanan, sesekali mbok ya noleh ke kiri. Lebih bagus kalo lihat lurus ke depan *bayangin gimana gambarnya nanti*.

Dapet inspirasi dari sini

15 Tanggapan ke “Kanan selalu benar kiri selalu salah kah?”


  1. 1 NdaruAlqaz 10 Mei, 2008 pukul 6:39 pm

    apakah pertamax di tempat anda sudah naik harganya ?

  2. 2 erander 10 Mei, 2008 pukul 7:00 pm

    Nelongso abang membaca postingan ini. Semoga si anak tersebut tetap menggunakan tangan kirinya untuk menulis. Sebagai bentuk ‘perlawanan’ doktrin yang keliru. Abang malah suka kagum dan gemes dengan orang yang bisa nulis pake tangan kiri. Kelihatannya keren :)

    Sayang, waktu kecil .. abang koq ga ada keinginan untuk nulis pake tangan kiri ya? wong pake tangan kanan aja susahnya minta ampun apalagi kalo pake kiri hehehe .. btw, masih ketemu dengan anak tersebut? Kasih kabar ke abang ya.

  3. 3 alex® 10 Mei, 2008 pukul 11:01 pm

    Betewe, Bang….
    Apa dikotomi kiri dan kanan itu ya, maka kalo ada ide-ide yang progresif cenderung dimusuhi karena dianggap kiri? :mrgreen:

  4. 4 itikkecil 11 Mei, 2008 pukul 2:39 pm

    saya kidal, dan untungnya bapak saya gak pernah memaksa saya untuk memakai tangan kanan :D

  5. 5 NdaruAlqaz 11 Mei, 2008 pukul 3:49 pm

    Bang Eby : wah, saya sekarang jarang ke madiun bang. bentar lagi mungkin bakal ke madiun, sekalian pengen tahu nasib selanjutnya tu bocah…

    alex : jadi inget masa sma, anak rohis sekaligus ketua teater = anak aliran kanan paling kiri, anak aliran kiri paling kanan. :lol:

    si itik : saya juga kidal, tapi udah tobat gara2 tangan kiri patah 2 kali, sekarang lebih sulit make tangan kiri daripada tangan kanan

  6. 6 aRuL 12 Mei, 2008 pukul 7:24 am

    eh saya kanan kiri oke looh..
    bisa kanan bisa kiri apa aja :D
    walau dasarnya kidal

    saya selalu ditegur, kalo misalnya angkat sesuatu pake tangan kanan, padahal tangan kananku kalah kuat dari tangan kiri

  7. 7 kevlannietzsche 13 Mei, 2008 pukul 12:04 am

    kan yang nulis pake tangan kidal biasanya jenius,,, Enstein misalnya,, dia seorang kidal….

    di luar itu semua,,, tanpa ada kiri,,, kanan mustahil ada….

  8. 8 bloGEsam 13 Mei, 2008 pukul 1:29 am

    Kanan kiri kalo pas waktunya harusnya gak masalah…

  9. 9 wawan 13 Mei, 2008 pukul 2:43 am

    mas mbak ada paket wisata yang gak gratis..he, coba di http://www.kibchome.multiply.com wisata melihat BURUNG GARUDA DI ALAM..

  10. 10 nindityo 13 Mei, 2008 pukul 8:47 am

    laporin ke komnas perlindungan anak aja mas..
    mukul kok di depan orang lain (eh mas orang lain bagi si bapak kan? ) dari sisi psikologis anak kurang bagus.
    btw, bukannya kidal cenderung dimiliki oleh orang barat dan tangan kanan oleh orang asia? ada yang bilang masalah gen.. ato budaya?

  11. 11 cdsi 13 Mei, 2008 pukul 12:19 pm

    WAHAI ANAK BANGSA” BANGUNLHAH!,
    BUKALAH MATAMU!
    BERDIRILAH DENGAN KAKIMU, SING-SINGKAN LENGANMU,
    MARI BANGKIT! UNTUK INDONESIAMU TERCINTA
    INDONESIA KITA TIDAK PERNAH MERDEKA!
    INDONESIA KITA TERUS MENANGIS”
    INDONESIA KITA TERUS MERANA”
    INDONESIA KITA SELALU DI PERKOSA
    “PELAKUNYA ADALAH IMPERIALISME ANAK SANG KAPITALIS”
    NEGERI KTA DARI DULU SAMPAI SEKARANG TERUS TERJAJAH
    SADARKAH KITA BAHWA TIGA PEREMPAT KEKAYAAN NEGERI INI
    TELAH TERKURAS HABIS, OLEH SETAN IMPERIALISME
    NEGERI INI MENYEDIAKAN SELURUH KEKAYAAN BUMI, MEMILIKI
    SEJUTA PESONA, BAHKAN SEJUTA RASA.
    KITA PEMILIK SAH NEGERI INI, NAMUN TERPASUNG OLEH SISTEM
    IMPERILALISME MODERN, TERJEBAK OLEH SEKULARISME
    PARTIKULAR, TERLENA OLEH HEDONISME SEMU.
    SADARKAH KITA, SETIAP BANGSA BERHAK ATAS DIRI DAN
    TANAH AIRNYA, AKAKAH KAU GADAIKAN DEMI KENIKAMATAN
    SESAAT, TENGOKLAH KE BELAKANG!
    MAU JADI APAKAH NEGERI INI?
    BAGAIMANA NASIB ANAK CUCU KITA KELAK, JIKA KITA HARI INI
    TIDAK PERNAH MEMBERI MEREKA KEKUATAN UNTUK MENGUASAI
    NEGERI INI, DAN MENGOLAHNYA UNTUK KESEJAHTERAAN MEREKA
    SEPENUHNYA, BUKAN UNTUK NEGARA TETANGGA, BUKAN UNTUK
    ADI DAYA, DAN BUKAN PULA UNTUK INVESTOR.
    IMPERIALISME NEGERI INI SUDAH KETERLALUAN, SANGAT
    MENGERIKAN DAN MEMILUKAN, KITA TENTU TIDAK INGIN
    SELAMANYA MENJADI BANGSA TERJAJAH, TERHINA,
    TERLUKA DAN TIDAK MERDEKA.
    MARI SATUKAN TEKAD, BULATKAN NIAT!
    KITA HARUS MEREBUT KEMBALI SEMUA KEKAYAAN KITA,
    JANGAN BIARKAN SAWAH DAN LADANG KITA DI BAJAK
    ORANG, JANGAN BIARKAN LAUT KITA DI AMBIL ORANG,
    JANGAN BIARKAN HUTAN KITA DITEBANG ORANG,
    JANGAN BIARKAN BUDAYA KITA DICURI ORANG.
    MARI KITA RAMPOK SEMUA BANK, MARI KITA SEGEL
    SEMUA KANTOR PEMERINTAH, MARI KITA AMBIL ALIH
    SEMUA PABRIK, MARI KITA GANTI IDENTITAS NEGERI
    INI DENGAN BUDAYA KITA, BUDAYA TIMUR YANG SEJAK
    DULU MENJADI DARAH DAN INSPIRASI HIDUP KITA.
    PERSETAN DENGAN KEPERCAYAAN, PERSETAN
    DENGAN SEGALA BENTUK KEYAKINAN, YANG JELAS
    MEREKA TIDAK PERNAH MEMBERI KITA HARAPAN,
    APALAGI KEBAHAGIAAN!
    UNTUK MENJADI ORANG BAIK TIDAK PERLU PENGABDIAN,
    TAPI HARUS DENGAN PENGORBANAN, PEPERANGAN DAN
    MENEGAKKAN KEADILAN.
    YANG BISA KITA LAKUKAN HARI INI ADALAH :

    REVOLUSI

  12. 12 warmorning 13 Mei, 2008 pukul 12:36 pm

    .. sepupu saya gak naek kelas cuz dipaksa gurunya pake tangan kanan pas mo nulis, ah kenapa gak mau belajar utk memahami anak-anak sih? dan masalah psikologi itu harus dipelajari dulu sebelum ngambil tindakan.. dan ‘kanan’ kan belom tentu berarti harfiah harus ‘kanan’…

  13. 13 Tukang obat Bersahaja 13 Mei, 2008 pukul 2:16 pm

    waktu kecil juga saya sering pake tangan kiri, karena sering di bilangin dan dikata-katain akhirnya ganti pake tangan kanan.
    katanya kiri itu keno, kebot, kidal, lemah.

  14. 14 NdaruAlqaz 13 Mei, 2008 pukul 3:38 pm

    @ Arul : walah, kanan kiri oke dong *inget filmnya dono kasino indro* :lol:

    @ kevlannietzsche : tapi gak selalu orang kidal itu jenius kan… :lol:

    @ bloGEsam : setuju, apalagi kalo masalah kamar mandi dan WC… :lol:

    @ wawan : halah, ini sebenarnya masuk kriteria spam…

    @ nindityo : sepertinya sih masalah gen yang diperkuat dengan kabiasaan. lapor ke komnasham… repot mas…

    @ CDS : kakakakaka, akhirnya aku kena sendiri tulisan yang gede-gede ini

    @ warmorning : itu masalahnya, tidak semua guru lulus matakuliah psikologi anak pas kuliah dulu…

    @ tkang obat : kayak saya dung, cum saya gara2 tangan kiri patah 2 kali…

  15. 15 juliach 13 Mei, 2008 pukul 11:32 pm

    Enakkan bisa nulis pakai tangan kanan/kiri, pakai kaki kanan/kiri dan pakai mulut. Ini buat jaga-jaga saja kalo ada kecelakaan atopun capek masih bisa nulis paling tidak tandatangan check. kekekekeke….


Tinggalkan Balasan




Hanya Tuhan Yang Kekal Abadi

Yang lain pasti berakhir...