Bukankah ada hukum dan undang-undang yang untuk penganiayaan dan kekerasan pada anak di bawah umur di negeri ini. Tapi kenapa pemerintah yang seharusnya melindungi rakyat malah menyiksa anak di bawah umur.
Hari ini belum hari terakhir, tapi kulihat, puluhan anak yang keluar dari gerbang sekolah menunduk lesu, tanpa semangat hidup, persis orang yang disedot sari pati kehidupannya. Adabeberapa anak yang menangis, berkeluh kesah, menendang kaleng, tidur sambil ngiler (ini mah pasti siwi).
Hari ini belum hari terakhir, tapi tangis sudah pecah. Mereka tak teraniyaya tubuh dan badan, tapi jiwa dan pikiran. Belum lagi ancaman dan kengerian pengumuman yang akan mereka jelang.
Wahai pimpinan negeri, apa yang kau harapkan dari selembar kertas kotak-kotak yang kau sebar ke seluruh negeri itu. Untuk kemajuan negeri, ataukah hanya sok-sok-an untuk menyiksa anak negeri, agar nanti tak berani melawanmu.
Ah… ini belum hari terakhir, tak bisa kubayangkan besok, berapa banyak tangis pecah, berapa banyak anak yang kau renggut keceriannya, berapa anak yang tak sanggup tersenyum lagi. Jahanam kau…
protomax
kasihan ya anak jaman sekarang.
*mengenang ebtanas jaman dulu yang kayaknya hepi-hepi*
makanya jaman sekarang banyak anak yang aneh aneh…
soalnya dididik dengan aneh!
tapi teteub ah… pengen punya anak!
emang anak anak sekarang baru kena hisap dementor, ckckckck ketika angka menjadi dewa… ach kapan negriku jadi maju
Itik : *ikut2 mengenang*
Tazya : lah, saya anak jaman dulu tapi kok ya ikutan aneh…
KangGuru : DEMENTOR…??? suka baca HP juga ya kang… Tapi jangankan anak2 yang pada pingsan lihat angka, dementor aja lihat angka langsung ngibrit kang.
Saya lebih prefer mengatakan: problemnya pada cara belajarnya. Ketika mereka siap, ujian mungkin tidak terlalu menjadi momok. Somehow, pendidikan telah menjadi semacam ladang bisnis, dan beberapa bagian dari pendidiknya sendiri hanya bertujuan mencari pendapatan, bukan ingin mendidik
anak2 yang sedang ujian negera kah mksd nya ?? hmm…
anak di bawah umur itu batas usia 18 taon, kata kak seto.
orang yang belum dewasa itu masih anak-anak, kata guru bahasa.
nakalnya anak-anak ya udah wajarlah, kata orang tua.
yang bikin uu keliatan belum dewasa.
jadi.. anak nakalin anak ya udah wajar tho ..
*sok filsafat*