Ketika cinta harus memilih, saya bisa bikin pilihan. Dan ketika cinta gak boleh dipilih, saya cuma bisa nangis sesenggukan.

Ini masih satu rangkaian dengan seri catatan kecil saat pulang kampung.

Jika anda membaca judul tulisan ini dan berkata “Duh, si Ndaru, hari gini nulis cinta-cintaan”, terserah, karena bagi saya memang cinta adalah cinta, dan manusia lahir karena cinta…..

Hari pertama saya di kampung halaman saya, saya langsung merasa mendapat hantaman tepat di hati saya (duh bahasanya, sok banget). Saya dapet undangan berwarnya kuning campur ijo yang gambarnya sepasang boneka penganten dari temen saya (ketika saya lihat warnanya, saya sudah dapet firasat tidak baik). Dia bilang sebenarnya undangan ini mau dikirim ke Solo, cuma belum kesampaian, dan kebetulan saya pulang, ya udah, dikasih langsung (padahal acaranya ya hari itu, duh temen saya itu emang malesan bgt orangnya). Dan ketika saya membaca nama yang punya hajat di undangan tersebut, saya langsung hampir pingsan (kira2 kurang 15,25 % lagi hehehe). Dengan indah tertulis sebuah nama (dengan jenis huruf monotiype corsiva, ukuran kira-kira 14, dicetak tebal dan bergaris bawah bletaak, hoooi, nulis jangan bertele-tele hooi) yang sempat sangat akarab di hati saya. Ya, sempat, karena memang status kami sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa (atau sebenarnya ada, cuma hanya di hati masing2, entahlah…)maaf, saya gak bisa nyebutin namanya, hiks hiks hiks….

Saat itu saya berusaha setenang mungkin, karena memang sudah tidak ada apa2 diantara kami, ya, walaupun sebenarnya masih ada sedikit rasa dihati, karena bagiku, manusia bisa lahir, manusia bisa mati, matahari bisa terbit, matahari bisa tenggelam, tapi cinta, dia hanya bisa muncul tak isa menghilang……

Dan dengan segenap kekuatan hati, sore itu saya pun pergi juga ke resepsi pernikahannya. Walaupun saya sedah menguatkan hati, tetap saja ada segumpal pertanyaan di hati, bukankah dulu kami sudah saling berjanji, walaupun hubungan kamu putus (karena si dia ingin konsentrasi lebih dahulu untuk kuliah, sebuah alasan klasik putus pacaran), kami masih tetap memegang janji ketika pertama kami jadian, saya punya waktu 6 tahun untuk segera menyiapkan diri dan melamar dirinya ke orang tuanya (saat itu hingga kini sang ortu si dia masih menganggap saya hanya sekedar sahabat dekatnya, karena memang saya tidak pernah aneh2 layaknya orang pacaran lainnya). Tapi sekarang, baru 2 tahun ia sudah menerima lamaran lelaki lain. Sempat terbersit di hatiku kalo pernikahan ini pasti tak beres, tapi aku tak ingin bersu’udzon dengannya.(hiks, hiks, pas saya nulis bagian ini, lagu yang kebetulan main di winamp lagu apa salahku-nya koes plus yang kebetulan melo bgt)

Saat itu saya sedikit berfikir, beberapa bulan lalu ketika ada seorang cewek yang membuang segala rasa takut dan segalanya untuk mengatakan bahwa ia cinta padaku, saat itu aku tidak menerimanya (untuk tidak bilang menolak) dengan sebuah alasan bahwa aku mencintai orang lain dan bagiku apabila harus memilih antara orang yang mencintaiku dan orang yang aku cintai, aku akan memilih orang yang aku cintai…. Dan kini, orang yang aku cintai (dan yang aku yakin juga mencintaiku) telah menyerahkan hidup dan segalanya pada lelaki lain…..

Entahlah….Tapi ketika kulihat ia bisa tersenyum sangat manis ketika resepsi itu, bibirkupun ikut tersenyum. Paling tidak, lelaki itu tidak membuatnya enggan untuk tersenyum. Paling tidak, hingga saat terakhir, aku masih memegang komitmen dan janjiku, berusaha sekuat tenaga dan hati untuk sesegera mungkin melamarnya, walaupun ternyata aku kurang cepat ( | mode jujur : on | sebenarnya sekarang juga sih saya siap buat nikahin cewek, cuma modal dunia dan akhirat saya yang emang belum cukup ). Tapi ketika acara selesai dan para tamu bergantian ngasih selamat, pas hampir giliran saya, terasa air mukanya agak berubah, sedikit agak murung (tuh kan benar, dia sebenarnya masih ada rasa sama saya | mode sok : on | ). Dan saya langsung secara reflek langsung mengeryit dan tersenyum serta mengangkat jari kedepan hidung saya (sebuah tanda yang biasa saya pake kalo saya ingin membuat dia tersenyumdan menghiburnya), saat itu dia juga langsung tersenyum. Dan saat tepat saya berada di depannya, dia sedikit berbisik berkata “maaf” yang aku yakin hanya terdengar olehku. Dan aku pun membalasnya dengan senyuman dan gelengan kepala (aku tak menyalaminya, karena aku dan ia pasti tahu kalau bukan muhrim tak boleh bersentuhan). Dan ketika aku menyalami sang mempelai cowok, entah kenapa aku secara reflek pula menggenggak tanganya erat-erat dengan kedua tanganku (sebuah kebiasaan jika aku memberi seseorang sebuah kepercayaan), walaupun sebenarnya aku tak ingin…….

Dan setelah itu akupun melangkah pergi dengan hati lega……. (dan tak lupa pula, aku meninggalkan sebuah kado yang sangat unik buat dia, sebuah buku kumpulan cerpen yang sudah lama ia inginkan, sebuah buku karya Hamsad Rangkuti berjudul “Hapuslah Bekas Bibirnya di Bibirku Dengan Bibirmu” hehehehehehe, provokatif bgt ya)…..(tambahan, ternyata belakangan kuketahui ternya sang cowok adalah anak seorang Gus (sebutan Kyai atau anak Kyai besar di Jawa Timuran), yang masih termasuk kerabat jauhnya, duh, kalah aku sama seorang Gus, gak papalah, emang beda level hehehehehe)

Dan kini yang tersisa di hatiku adalah sebuah pertanyaan yang jawabannya pernah aku ucapkan dengan sangat lantang, tetapi seklarang berulangkali aku pikirkan lagi.
Manakah yang kau pilih, orang yang mencintaimu, ataukah orang yang kau cintai………….

29 Tanggapan ke “Ketika cinta harus memilih, saya bisa bikin pilihan. Dan ketika cinta gak boleh dipilih, saya cuma bisa nangis sesenggukan.”


  1. 1 Lintang 2 April, 2007 pukul 1:17 pm

    waduh cak…ceritanya mengharukan…lg patah hati yah. sabar aja, pasti Allah akan memberimu pengganti yg lebih baik :)

  2. 2 antobilang 2 April, 2007 pukul 1:18 pm

    wahhh…sedih……..

    btw pertamax yah?

    cihuy!!!

    dunia masih lebar bro! masih banyak janda2 muda yang menanti belaian kita!

  3. 3 antobilang 2 April, 2007 pukul 1:18 pm

    aaaargggghhhh
    keduluan lintang!!!!!

  4. 4 kangguru 2 April, 2007 pukul 4:21 pm

    ehm masa muda aku kawin nikah cuman butuh 2 minggu dengan mas kawin bismillah tambah uang setengah juta saat masih kuliah jadi dech sampe sekarang, undangan cuman diumumkan di masjid ngak pake surat-suratan hehehheh alhamdulillah sakinah mawaddah warrahmah

  5. 5 ndarualqaz 2 April, 2007 pukul 4:40 pm

    LINTANG : sory mbak, saya gal lagi sedih, malah bahagia dan bersemangat, saya sesegera pengen membuktikan ke dia bahwa saya juga bisa cari yang lebih baik dari dia….halah

    ANROBILANG : wuehehehehehe, ente keduax bro…….

    KANGGURU : waduh, pak guru yang satu ini kelihatanya ngompori saya supaya secepatnya nyebar undangan nih….

  6. 6 Tukang Tisu.. 2 April, 2007 pukul 5:06 pm

    ayo sini.. sini yang mau nangis… tisu.. tisu.. murah ko.. cuma…
    *penglaris – penglaris..*

    anak muda yang satu ini emang keren kalo bikin cerita.. *dipuji.. biar ga diusir dari lapaknya* hehehe..

  7. 7 grandiosa12 2 April, 2007 pukul 5:27 pm

    ndaru.. ikut sedih… pernah saya juga kejadian serupa.. huhuhuh.. nangis dulu;;; *sambil beli tisu dari tukang tisu*.. jadi keinget² lagi..

    cuma bedanya dulu saya langsung cari cewek untuk menemaniku ke undangannya.. ya rasanya tetap aneh .. apalagi sampai dipeluk ibu si pengantin, dan ibu nya meminta maaf pada saya….. uhuhuhhukkk;;

  8. 8 junthit 2 April, 2007 pukul 8:23 pm

    aku memilih orang yang saling mencintai saja..

  9. 9 alief 3 April, 2007 pukul 12:26 am

    gak dapat pexxxxxxxx, ya ditunggu jaxxxxxx dong…. :D
    (sambil mikir-mikir, mungkin gak ya itu terjadi juga sama saya…)

  10. 10 deKing 3 April, 2007 pukul 2:18 am

    Sedih ya sedih tapi jangan memluk saya donk…saya masih normal kok wakakakakakakakak…
    Mau tak kenalin sama cewek gak mas? Saya punya banyak kenalan cewek dari berbagai usia. Yang 65 juga ada, mau???

  11. 11 grandiosa12 3 April, 2007 pukul 5:04 am

    @ alief – makanya cari calon istri yang benar2 menyayangi kamu.. hiks hiks.. masa muda jangan disia-siakan.. *sorry masih terharu denger cerita mas ndaru..*

  12. 12 ..:X W O M A N:.. 3 April, 2007 pukul 10:09 am

    Relakan mas (walaupun berat)… gpp itu bagian dari kisah hidup mas Ndaru…
    toh apa yang akan kita dapatkan nanti juga itu yang terbaik buat kita
    *mengenang*

  13. 13 peyek 3 April, 2007 pukul 8:16 pm

    cintaku mendaru ndaru, oalah bocah!, sik punya cinta tho, lha kaum tua kayak aku ini dah ilang cintanya! Ssssttt nggak tau klo ada yg baru hiks..hikss

  14. 14 deKing 3 April, 2007 pukul 10:43 pm

    @Xwoman:
    Kok mengenang? Pernah senasib ya?
    Kasihan dech luuuu :D

  15. 15 antobilang 3 April, 2007 pukul 11:35 pm

    # deKing
    ngga boleh gitu ah…
    harusnya bukan dibilangin “Kasihan deh Lu”
    tapi…”Bisakah aku menggantikan dirinya?”
    itu menurut saya lebih “laki-laki”

    bukan begitu mas ndaru? lho?

  16. 16 Suluh 4 April, 2007 pukul 12:59 am

    Manusiawi banget…
    Jadi ingat Koment Van Gama di Komik The Tale of Sea King

    Busur Panah Kalau diregangkan terus menerus juga akan Patah…

    Bersedihlah jika memang harus bersedih…
    Kadang Kita (baca:manusia) perlu untuk sekedar: m…..s

  17. 17 dedex 4 April, 2007 pukul 6:40 am

    saya sering bilang sama temen-temen, selama janur kuning belum melengkung pastikan perjuangan jangan pernah putus dan menyerah. tapi yang terjadi sekarang udah melengkung! kalo itu aku kembalikan sepenuhnya kepadamu sobatku,,, tapi seperti pepatah lama CINTA KAN TAK HARUS MEMILIKI

  18. 18 alle 4 April, 2007 pukul 6:45 am

    turut sedih deh mas,..
    eh dah gak sedih lagi yah? hehehe…

    Koq kejadian ini sering banget terjadi yah? Klo diliat2 ky nya cw itu cenderung gak mo lama menunggu. Apa yang dilihatnya lebih mapan dan lebih meyakinkan mungkin bisa langsung diembat..

    [menurutku lho..] :)

  19. 19 ..:X W O M A N:.. 4 April, 2007 pukul 10:14 am

    @deKing
    biasanya kalo orang yang pernah ngalamin nasib seperti ndaru dan xwoman, akan tahan banting gitu loh! Mau tak coba aku banting?
    hahaha :P
    *biarin dech ah…*

  20. 20 jokotaroeb 5 April, 2007 pukul 12:00 pm

    hi..hii.. kang di khayangan masih banyak yang cuantik2 mau aku kenalkan ga :D

  21. 21 Evy 5 April, 2007 pukul 3:59 pm

    kaciaan… ayoook2 cari lagi mau di bantuin? dah ga usah khawatir, patah hati biasa itu, aku kalau cinta ga mau kawin meski dapet gus dur…(hehehe… emangnya gus dur mu sm aku…) Tak tungguin aja yg cinta sm aku itu, tak dukung dia biar maju terus… ya udah yg penting dia nya happy, ga usah di kasih beban pikiran pake buku yg provokatif… mustinya, ntar berantem lagi ama suaminya, ahh.. ga ikhlas yaa?

  22. 22 neeya 5 April, 2007 pukul 10:25 pm

    jangan lama2 bersedih. Aku yakin pasti akan menemukan cinta yang baru lagi. Tambahan lagi, gak selamanya mencintai itu yg terbaik, bisa jadi sebaliknya kan. Walau lebih baik lagi jika saling mencintai.

    Duh.. jadi inget kasih tak sampai ku dahulu kala…. T___T

  23. 23 cakmoki 6 April, 2007 pukul 4:35 am

    Mas Ndaru, tuh di sekitaran jalan Sultan Agung Ponorogo bocahe huayu-ayu lho
    Baca judulnya tak kira bingung milih saking banyaknya yang mencintai sampeyan. hahaha *saya nggak ikut sedih, gembira ria aja*

  24. 24 ndarualqaz 7 April, 2007 pukul 10:38 am

    wehehehehehehe, buat semuanya, makasih bgt atas saran, dukungan, krtik, cemohan dan macem2 lainnya. saya gak sedih kok, kemaren saya ketemu sama dia (saya cuma liat dari jauh) dan kelihatannya dia bahagia sama suaminya, jadi ya gak papa.

    buat Cak Moki, cak, njenengan itu peramal, dukun apa mata2 pak, kok tau banget kalo tu cewek rumahnya jalan sultan agung??? ato jgn2 njenengan masih kerabat nya si I……a ya…

  25. 25 rena 21 Mei, 2009 pukul 12:01 pm

    mungkin setelah idulfitri tahun ini aku juga merasakan hal yang sama ajariin,… dung caranya ikhlas

  26. 26 NdaruAlqaz 22 Mei, 2009 pukul 11:56 pm

    wakakakakakaka…. gak nyangka aku dulu suka nulis yang melow kayak gini…..

    *shit, sudah lewat dua tahun, tapi hati ini masih sakit*

  27. 27 yhulie 14 Juli, 2009 pukul 8:32 pm

    Hohooo…
    Tyta msh bnyk jga eaa yg ska nulis kya’ gini..
    Sabar sob

  28. 28 putri 15 Desember, 2009 pukul 4:15 pm

    emank hdp itu pilihan…
    tp skrng ju2r q lg ngalamin ketika cnta hrus memilih!
    saat ni kebingungan quw uda pd puncaknya.
    bingung memilih antara orng yg mencintai aq?
    atau?
    memilih orng yg kt cinta?

  29. 29 putri 15 Desember, 2009 pukul 4:18 pm

    emank hdp itu pilihan…
    tp skrng ju2r q lg ngalamin ketika cnta hrus memilih!
    saat ni kebingungan quw uda pd puncaknya.
    bingung memilih antara orng yg mencintai aq?
    atau?
    memilih orng yg kt cinta?
    uuuh…..emank berat!
    aqu teramat mencintai si dia.
    tp quw jg g bs ninggalin cow pilihan ortu!


Tinggalkan Balasan




Hanya Tuhan Yang Kekal Abadi

Yang lain pasti berakhir...